feedburner

Lorem ipsum dolor sit amet,
consectetur adipisicing elit,
sed do eiusmod tempor incididunt ut labore
et dolore magna aliqua.

Title


class="span-24">

Klasemen

Hasil & jadwal pertandingan Arema
11 Oktober - Arema vs Persija 1-0
14 Oktober - Arema vs PSPS Pekanbaru 0-0
22 Oktober - Bontang FC vs Arema 1-2
25 Oktober - Persisam Samarinda vs Arema 0-1
28 November - Persitara vs Arema 0-0
2 Desember - Pelita Jaya vs Arema 0-2
6 Desember - Arema vs Persiwa Wamena 1-0
9 Desember - Arema vs Persipura Jayapura 2-1
12 Desember - Persijap Jepara vs Arema 0-1
16 Desember - Persela Lamongan vs Arema 1-0
19 Desember - Arema vs Persib Bandung 0-0
23 Desember - Arema vs Sriwijaya FC 3-0
10 Januari - Arema vs Persema Malang

Daftar pencetak gol Arema
4 gol - Noh Alam Shah,M. Fakhrudin
3 gol - Roman Chmelo
1 gol - Rahmat Affandi,Piere Njanka

Rabu, 02 Desember 2009

Pelita Jaya vs Arema 0-2

Arema mempertahankan rekor tak terkalahkan hingga pertandingan keenam di Liga Super Indonesia setelah mengalahkan tuan rumah Pelita Jaya dengan skor 2-0 di Stadion Singaperbangsa Karawang, Rabu (2/12).

Ini merupakan kemenangan tandang ketiga Arema setelah sebelumnya juga meraih tiga poin di kandang Bontang FC dan Persisam Samarinda.

Dua gol Arema dicetak oleh Roman Chmelo pada menit ke-3 dengan backheel memanfaatkan umpan mendatar Ridhuan Muhammad dari sayap kanan Arema.

Gol kedua Singo Edan pada menit ke-83 dicetak oleh Rahmat Afandi yang bebas dari kawalan pemain belakang Pelita Jaya setelah mendapat umpan dari Hermawan dan dengan tendangan voli menaklukkan kiper Pelita, I Made Kadek Wardana.

Absennya Noh Alam Shah membuat pelatih Arema, Robert Alberts, memainkan striker lokal Rahmat Afandi sebagai target man yang didukung Roman Chmelo. Kepercayaan Robert tidak disia-siakan Roman dan Rahmat Afandi yang sama-sama mencetak gol pada pertandingan ke enam Arema di Liga Super musim ini.

Kemenangan tersebut membuat Arema naik ke peringkat dua klasemen sementara Liga Super dengan poin 14, sama dengan Persiba Balikapapan di puncak klasemen, namun Arema memiliki dua pertandingan lebih sedikit dibandingkan Persiba.

Pencetak gol:
Roman Chmelo 3, Rahmat Afandi 83′

Susunan pemain Arema:
1-Kurnia Meiga, 2-Purwaka, 27-Waluyo (21-Irfan Raditya), 30-Hermawan, 7-Beny Wahyudi, 18-Landry Poulongaye (11-Tomi Pranata), 11-Ahmad Bustomi, 5-M. Fakhrudin (37-Juan Revi), 6-Ridhuan, 9-Roman Chmelo, 14-Rahmat Afandi
cadangan: 45-Aji Saka, 4-Djalaludin Main, 10-Roni Firmansyah

Minggu, 29 November 2009

Review: Persitara vs Arema


Persitara vs Arema 0-0 (0-0)
Arema gagal memetik poin penuh di kandang Persitara saat bermain imbang tanpa gol, namun hasil itu memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam lima pertandingan awal musim Liga Super Indonesia 2009/10.

Beni Wahyudi, Rahmad Afandi, dan Purwaka, gagal menang di kandang Persitara Jakarta Utara
Beni Wahyudi, Rahmad Afandi, dan Purwaka, gagal menang di kandang Persitara Jakarta Utara. (foto: Ongisnade/Zul)

Hingga pertandingan kelima, Arema menang tiga kali dan dua kali seri dengan catatan memasukkan empat gol dan baru kemasukan satu gol.

Pada pertandingan di Stadion Soemantri Brodjonegoro Kuningan Jakarta Selatan, Sabtu (28/11) itu, Arema mendominasi pertandingan sepanjang babak pertama melalui serangan dari kedua sayap M. Fakhrudin dan Ridhuan Muhammad yang bergantian di kanan dan kiri. Dari lini tengah, Roman Chmelo sebagai second striker di belakang Noh Alam Shah.

Umpan-umpan panjang dan satu dua sentuhan Arema sering terjebak perangkap offside lini belakang Persitara, meski asisten wasit membuat kesalahan fatal ketika mengangkat bendera saat Roman Chmelo yang berada pada posisi onside dianggap offside.

Wasit Aeng Suarlan kembali membuat keputusan yang patut dipertanyakan ketika memberi kartu kuning kepada Roman yang dianggap diving di kotak penalti meski terlihat didorong oleh bek Persitara.

Demikian pula saat Noh Alam Shah diberi kartu kuning yang membuatnya absen pada pertandingan berikutnya melawan Pelita Jaya karena melakukan pelanggaran yang tidak perlu mendapatkan kartu.

Pada babak kedua, asisten wasit kembali membuat kekeliruan fatal ketika Ridhuan Muhammad yang berlari sebelum Noh Alam Shah dan tiga hingga empat pemain belakang Persitara dinyatakan offside.

Selain karena buruknya keputusan wasit dan asisten wasit, serangan-serangan Arema pada babak kedua mudah dimentahkan lini belakang Persitara karena kurangnya variasi dari kedua sayap dan lini tengah.

Masuknya Rahmad Afandi dan Roni Firmansyah juga gagal menciptakan peluang emas di depan gawang Persitara dan membuat Arema harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor kaca mata.

Susunan pemain Arema:
21-Kurnia Meiga, 2-Purwaka, 24-Pierre Njanka, 30-Hermawan, 7-Beni Wahyudi, 19-Ahmad Bustomi (11-Tomi Pranata), 5-M. Fakhrudin (14-Rahmat Afandi), 26-Landry Poulangoye, 6-Ridhuan (10-Roni Firmansyah), 9-Roman Chmelo, 12-Noh Alam Shah

Robert Alberts Minta Wasit Evaluasi Diri

Robert Alberts Minta Wasit Evaluasi Diri Robert Alberts, pelatih kepala Arema Malang, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit Aeng Suarlan, saat timnya ditahan imbang tanpa gol tuan rumah Persitara Jakarta Utara.

Ya, pada laga yang tersaji di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Sabtu (28/11), pelatih asal Belanda itu tampak beberapa kali melakukan gerakan bernada protes atas kepemimpinan wasit asal Bandung tersebut.

Hal itu pun ia sampaikan kepada wartawan dan jumpa pers usai laga, yang menurutnya pengadil lapangan beserta dua asistennya yang barusan bertugas memimpin pertandingan harus melakukan evaluasi diri.

"Dengan evaluasi itu, saya yakin mereka akan bisa menjalankan tugas dengan baik pada laga berikut. Ini penting, karena menyangkut kinerja mereka di lapangan," sebut Robert.

Lebih lanjut, Robert didampingi asisten pelatih Liestiadi yang sekaligus menjadi penerjemah menyatakan, banyak keputusan yang dibuat tidak sesuai aturan terutama menyangkut offside.

Masih kata Robert, kepemimpinan wasit dalam laga tersebut cukup mengecewakan. Meski demikian, ia berharap agar ke depan penampilan wasit bisa lebih baik, terlebih setelah mengevaluasi diri

Jumat, 27 November 2009

Modal Penting Hadapi Persitara

Modal Penting Hadapi Persitara Penantian pemain Arema soal gaji Oktober berakhir. Kemarin (26/11), manajemen sudah melunasi gaji Hermawan dkk.

Namun, pelu­nasan gaji kemarin hanya di­peruntukkan bagi pemain lokal. Untuk pemain asing, manajemen berjanji pelunasan gaji dilakukan pada Senin. Sebab, manajemen akan menukarkan dulu mata uang rupiah dengan dolar.

"Kalau pemain lokal, gaji sudah masuk rekening sore ini (kemarin, Red). Boleh dicek. Sedangkan pemain asing, paling lambat Senin," kata Gunadi Handoko, direktur utama PT Arema Indonesia.

Dengan dilunasinya gaji Oktober, Gunadi berharap agar motivasi para pemain Arema meningkat saat berhadapan dengan Persitara pada Sabtu besok (28/11).

Away, Target Poin Maksimal


Dua away terakhir, Arema meraih poin sempurna dari dua kemenangan atas tuan rumah Bontang FC (2-1) dan Persisam Samarinda (1-0). Skuad Arema berharap bisa mengulang catatan itu saat bertolak ke Persitara dan Pelita Jaya.

Robert Alberts saat memimpin latihan Arema di Stadion Gajayana
Robert Alberts saat memimpin latihan Arema di Stadion Gajayana. (foto: Ongisnade/Zul)

Meski belum terkalahkan, perolehan poin Arema telah tersusul tim-tim lain yang terus bertanding sepanjang bulan November. Berbeda dengan Arema yang hanya sekali bermain menghadapi Persitara akhir pekan ini.

“Kami ingin catatan positif di empat pertandingan sebelumnya berlanjut saat lawan Persitara. Kami optimis mampu mengalahkan Persitara dengan memanfaatkan kelemahan lawan, tapi juga tetap waspada terhadap kebangkitan mereka,” kata asisten manajer Arema, Rudy Soesamto, seperti dilansir Malang Post.

“Meski demikian, Arema tidak boleh lengah dan meremehkan Persitara,” lanjutnya.

Arema memasang target poin maksimal dalam dua laga away di Persitara dan Pelita, namun bila gagal meraih poin maksimal, Arema tetap mematok empat angka.

“Sebenarnya target ini seperti saat tur ke Borneo, menang lawan Bontang FC dan seri lawan Persisam, tapi kami bisa ambil enam poin,”

“Harapannya, kami bisa meraih salah satu dari dua target itu. Poin maksimal tentu sebuah hasil yang sangat membanggakan,”

“Target itu muncul dari melihat perkembangan terakhir dan kekuatan calon lawan Arema. Persitara belum menunjukkan permainan terbaiknya dan Arema harus memanfaatkannya. Sedangkan Pelita tergolong tim kuat, minimal kami bisa tahan mereka,”

Sementara itu bagi Peristara, melawan Arema akan dijadikan titik balik kebangkita tim berjuluk Laskar Si Pitung itu setelah belum pernah meraih poin dalam lima kali pertandingan musim ini.

“Persitara harus mengakhiri hasil buruk di lima pertandingan sebelumnya. Lawan Arema pemain harus buktikan mampu bermain lebih baik dan memenangkan pertandingan di kandang sendiri,” kata manajer Persitara, Harry Ruswanto